Deskripsi
Banyak literatur yang menulis bahwa orang-orang Samin, yang menyebut diri Sedulur Sikep, menganggap leluhur tua mereka adalah Surowijoyo atau Samin Sepuh dan putranya, Surosentiko atau Samin Anom. Mereka memegang teguh ajaran Saminisme yang bersumber pada Jamus Kalimasada. Mereka mengaku menganut agama Adam atau agama Adam Kapitayan atau ageman Adam. Surosentiko dilahirkan pada 1859 di Dusun Plosokediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, dan memulai perjuangannya di ara-ara Bapangan (sekitar 5,5 km dari Plosokediren ke arah selatan), termasuk wilayah Kecamatan Kradenan. Permukiman mereka pada umumnya tidak jauh dari atau bahkan di dalam hutan.