{"id":20228,"date":"2026-06-22T12:59:51","date_gmt":"2026-06-22T05:59:51","guid":{"rendered":"https:\/\/idebuku.id\/store\/?post_type=product&#038;p=20228"},"modified":"2026-06-22T13:01:48","modified_gmt":"2026-06-22T06:01:48","slug":"studi-al-hadist","status":"publish","type":"product","link":"https:\/\/idebuku.id\/store\/product\/studi-al-hadist\/","title":{"rendered":"Studi Al Hadist"},"content":{"rendered":"<p>Dalam pengajaran Islam, Hadis berperan penting sebagai sumber hukum dan petunjuk hidup kedua setelah Al-Qur\u2019an. Beragam ucapan, tindakan, dan keputusan Nabi Muhammad SAW menjadi acuan utama bagi umat Islam. Namun, jarak waktu yang panjang antara kehidupan Nabi dan masyarakat saat ini menimbulkan masalah, yaitu banyak informasi yang secara keliru dikaitkan dengan beliau. Oleh sebab itu, Al-Qur\u2019an telah memberikan dasar teologis yang kokoh terkait metode penerimaan sebuah berita,1 sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al- Hujurat ayat 6. Dalam pandangan mufasir, ayat ini dianggap sebagai fondasi penting dalam studi kritik sejarah dan verifikasi informasi. Ibnu Katsir dalam penafsirannya menyebutkan bahwa ayat ini diwahyukan sebagai instruksi yang jelas kepada umat Islam untuk selalu melakukan tabayyun (penelitian dan pengecekan) saat mendapatkan sebuah berita (khabar), khususnya jika sumber berita tersebut dipertanyakan keandalannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan serius yang dapat terjadi akibat menerima informasi tanpa analisis mendalam. Konsep tabayyun yang ditekankan oleh Ibnu Katsir ini pada akhirnya memotivasi para ulama di masa lalu untuk mengembangkan sebuah bidang ilmu yang sangat teliti, yaitu Ilmu Hadis, untuk memastikan kebenaran informasi mengenai agama. Pentingnya tabayyun ini semakin relevan di zaman digital sekarang. Nazili dan Musaddad (2025) menekankan bahwa kemajuan teknologi saat ini menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran hadis palsu yang meluas tanpa adanya validasi ilmiah. Rendahnya tingkat literasi digital membuat masyarakat umum sering kali membagikan berita atau hadis yang asal-usulnya tidak jelas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><strong>Asya Isabel Wafira<\/strong><\/p>\n<p><strong>A. Syahrul Mubarok<\/strong><\/p>\n<p><strong>Askan Nanang Prasetyo<\/strong><\/p>\n<p><strong>Aulia Dwi Agustin<\/strong><\/p>\n<p><strong>Editor: Amrullah, M.Ag\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Syahrul Mubarok\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Asya Isabel Wafira<\/strong><\/p>\n","protected":false},"featured_media":20229,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"product_brand":[],"product_cat":[15,570,584],"product_tag":[],"class_list":["post-20228","product","type-product","status-publish","has-post-thumbnail","product_cat-buku","product_cat-pendidikan","product_cat-umum","first","instock","product-type-external"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/product\/20228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/product"}],"about":[{"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/types\/product"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"product_brand","embeddable":true,"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/product_brand?post=20228"},{"taxonomy":"product_cat","embeddable":true,"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/product_cat?post=20228"},{"taxonomy":"product_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/idebuku.id\/store\/wp-json\/wp\/v2\/product_tag?post=20228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}