Deskripsi
Ruang rapat organisasi Aurora Project sore itu penuh suara tawa, snack yang berceceran dan aroma kopi instan. Alea duduk di kursi dekat jendela, Kerudungnya terpasang rapi, seperti dirinya yang selalu tenang meski tatapan matanya tak lepas dari layar laptop. Di sampingnya, Naomi sahabatnya sibuk menggambar konsep acara di buku catatan yang entah kertasnya di robek beberapa kali karna merasa tidak puas dengan hasilnya.
“Lea, itu anak baru, ya?” bisik Naomi, matanya melirik ke arah pintu.
Alea menoleh. Seorang laki-laki baru saja masuk, membawa gitar di punggungnya dan senyum yang hangat banget buat ukuran orang baru.








