Deskripsi
Secara bahasa, hadis atau al-hadith berarti al-jadid (sesuatu yang baru) berlawanan dengan al-qadim (sesuatu yang lama). Itu juga berarti al-khabar (berita), yaitu pengetahuan yang diturunkan dari satu orang ke orang lain. Secara bahasa, istilah “hadis” muncul dalam Al- Qur’an maupun perkataan Rasulullah (semoga keselamatan tercurah kepadanya).1 Kata ini muncul dalam Surah Al-Tur ayat 34, Al-Kahfi ayat 6, dan Al-Duha ayat 11 dalam Al-Qur’an. Riwayat dari Zaid bin Tsabit yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad tentang doa Rasulullah (semoga keselamatan tercurah kepadanya) bagi orang yang menghafal dan menyampaikan hadis merupakan contoh hadis.2 Para ulama hadis dan ulama usul fiqh berbeda pendapat dalam terminologi mengenai apa itu hadis. Istilah “hadis” merujuk pada semua perkataan, perbuatan, persetujuan, dan hal-hal yang berkaitan dengan Nabi Muhammad (saw), termasuk sifat fisik, akhlak, dan kisah hidup beliau, serta peristiwa yang terjadi baik sebelum maupun sesudah beliau diutus sebagai rasul, seperti ketika beliau sendirian di Gua Hira. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa cakupan hadis sangat luas, mencakup setiap aspek kehidupan Nabi.








