Deskripsi
Di sudut perempatan paling sibuk di jantung kota metropolitan yang tak pernah lelap, di mana deretan beton pencakar langit saling beradu membelah awan dengan angkuh, terdapat sebuah anomali yang nyaris tak kasatmata bagi jutaan mata yang melintas dengan terburu- buru. Di antara gemerlap videotron raksasa yang menyiarkan iklan gaya hidup mewah dan pintu otomatis gedung-gedung perkantoran yang megah, terselip sebuah kios kayu reyot berukuran dua kali dua meter. Catnya telah mengelupas, warnanya memudar ditelan asap knalpot dan debu polusi, namun di dalamnya, detak waktu seolah menemukan jantungnya sendiri yang berdenyut pelan, teratur, dan penuh misteri.








