Deskripsi
Apakah hidup berakhir ketika seseorang didiagnosis kanker?
Selama dua puluh lima tahun mendampingi istri yang hidup bersama kanker kulit, seorang psikiater menemukan bahwa yang paling ditakuti pasien sering kali bukan penyakitnya, melainkan kesepian, ketidakpastian, dan cara kabar itu disampaikan. Melalui kisah nyata, refleksi, humor sufi, pendekatan Immune Mental Multi Axis (IMMA), serta panduan komunikasi bagi tenaga kesehatan, buku ini mengajak pembaca melihat bahwa kualitas hidup tetap dapat dipelihara di tengah penyakit yang berat. Buku ini ditujukan bagi pasien, keluarga, tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran, dan siapa pun yang ingin belajar bahwa harapan tidak selalu berarti kesembuhan, tetapi selalu berarti menemukan makna dalam setiap hari yang masih dianugerahkan.








