Deskripsi
Di tengah padang sunyi yang serasa memanggang kepala, yang sepi kehidupan, yang gersang mengeringkan tenggorokan. Angin panas menyembur-nyembur menerbangkan debu, beberapa kalajengking beringsut kesana-kemari, satu-dua rerumputan yang tertutup debu, berkelepak-lepak di terjang angin. Seorang perempuan berlarian kesana-kemari. Bolak-balik di antara dua bukit—Shafa dan Marwa1. Di puncaknya, ia melihat sekeliling, turun lagi. Ia mencari sesuatu yang amat mustahil didapatkan di tengah padang pasir ini: Air. Napasnya keluar-masuk dengan cepat, jantungnya berdetak buru-buru. Tetes keringat sebesar bulir jagung merosot satu-satu dari keningnya.








