Deskripsi
Industri konstruksi bergerak dari dokumen yang terpisah menuju lingkungan data yang terhubung. Model tiga dimensi, penjadwalan digital, estimasi berbasis model, pemindaian lapangan, sensor, analitik, dan ruang imersif membentuk rantai keputusan yang semakin bergantung pada kualitas informasi. Karena itu, kesiapan lulusan tidak cukup diukur dari kemampuan menggambar atau mengoperasikan satu aplikasi. Lulusan perlu memahami tujuan informasi, hubungan antardisiplin, konsekuensi perubahan, dan cara memvalidasi keputusan. Construction 4.0 mempertemukan BIM, komputasi awan, Internet of Things, kecerdasan buatan, robotika, digital twin, dan XR. Dalam pendidikan, teknologi tersebut harus diterjemahkan menjadi kompetensi yang dapat dilatih: literasi data, pemodelan, koordinasi, komunikasi visual, pemecahan masalah, kolaborasi, keselamatan digital, dan pembelajaran berkelanjutan. Souza dan Debs (2023) serta Siddiqui, Thaheem, dan Abdekhodaee (2023) menegaskan bahwa kebutuhan industri mencakup keterampilan teknis sekaligus kemampuan kognitif dan sosial.








