Deskripsi
Setiap perjalanan besar dalam hidup manusia selalu dimulai dari satu titik yang sering luput dari perhatian: niat. Ketika seseorang memutuskan untuk menikah, ia sesungguhnya sedang melangkah masuk ke dalam salah satu babak paling menentukan dalam hidupnya, sebuah babak yang akan membentuk bukan hanya dirinya sendiri, tetapi juga anak-anak yang kelak lahir darinya, keluarga besar yang menaunginya, bahkan wajah masyarakat tempat ia hidup. Islam tidak memandang pernikahan sebagai sekadar peristiwa sosial yang menandai peralihan status, atau sekadar jalan keluar dari kesepian dan kebutuhan biologis semata. Islam menempatkan pernikahan pada posisi yang jauh lebih agung: sebagai ibadah, sebagai perjanjian yang berat di hadapan Allah, dan sebagai sarana untuk menyempurnakan separuh agama seseorang.








