Deskripsi
Sawah Wongso terletak di selatan kampung, dibatasi jalan setapak di satu sisi dan sungai kecil bernama Kali Bacin di sisi lainnya, bukan karena airnya kotor seperti namanya, melainkan karena dulu, kata Bapaknya Wongso, di situ ada rawa yang baunya memang bacin sebelum akhirnya dikeringkan jadi sawah oleh tiga generasi sebelum Wongso sendiri lahir. Tanah itu bukan tanah besar. Kalau ditanami padi, hasilnya cukup untuk memberi makan keluarganya sepanjang tahun dengan sisa yang bisa dijual di pasar Kersana setiap panen—tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat Wongso bisa menyebut dirinya bukan orang miskin, meski juga bukan orang kaya. Awal tahun itu, sebuah pabrik berdiri di utara kampung— belum genap setahun umurnya, tapi sudah cukup untuk membuat seluruh Kersana tak lagi mengenali wajah kampungnya sendiri.








