Deskripsi
“Aku masih tak tahu aku harus bagaimana….?” Kicau Nendra kepada tujuh orang teman nongkrongnya.
“Ya aku tidak tahu kamu harus tanggung jawab Nen… banyak orang yang sudah menghubungi aku… menagih hutang pinjol… padahal bukan aku yang memakainya.” Darma setengah marah menegur Nendra yang bingung dengan tagihan pinjol.
“Nendra kamu lihat aku sekarang…. hutang pinjol kamu ini benar-benar sudah tidak masuk akal. Duit dari mana kamu bisa melunasinya…? kamu lihat aku sekarang… aku senang dengan permainan judi… judi online… aku tidak masalah dengan hal itu. Aku suka dan kamu tahu sendiri aku tidak antipati aku tidak membenci judi online…. namun aku bisa mengendalikan diriku. Kamu benar-benar gak punya otak Nendra.” Panji berkata ketus kepada Nendra.
“Aku tidak butuh ceramahmu bapak ustadz…. aku butuh hutang pinjol aku ini segera lunas. Bagaimana sekarang mosok kalian tidak mau membantu sedikitpun? padahal sering jika aku menang aku traktir kalian semua makan dan mabuk….” Nendra membalas jahat perkataan Panji. Panji yang mendengarnya langsung terdiam.








