Deskripsi
Rekonstruksi posisi manusia di era AI, di mana teknologi tidak dipandang sebagai musuh melainkan sebagai mitra kolaborasi (hibrida). Secara filosofis, AI hanyalah alat komputasi yang tidak memiliki kesadaran, sehingga manusia tetap memegang kendali penuh sebagai pemilik niat (intensionalitas), pengonsep ide (prompting), dan penentu makna (kurator) dari karya seni. Melalui pendekatan kurikulum yang seimbang antara teknologi digital dan teknik tradisional, pendidikan seni bertujuan membekali mahasiswa dengan ketahanan mental dan moral agar tidak hanyut dalam arus otomatisasi instan yang mendehumanisasi seni.








