Deskripsi
“Sekarang kegiatannya apa?”Pertanyaan itu sebenarnya sederhana.Mungkin orang yang bertanya juga tidak bermaksud apa-apa. Ia hanya sedang membuka percakapan. Namun bagi sebagian ibu rumah tangga, pertanyaan sederhana seperti itu terkadang membutuhkan jawaban yang tidak sesederhana pertanyaannya. “Mengurus rumah dan anak.”Lalu, entah mengapa, kadang ada dorongan untuk menambahkan: “Kadang bantu-bantu usaha juga…”“Atau sedang coba jualan…”“Lagi belajar ini dan itu…”Seolah-olah jawaban “Saya ibu rumah tangga” masih membutuhkan keterangan tambahan agar terdengar cukup bernilai.Padahal mengapa harus demikian?Mengapa kata ibu rumah tangga terkadang terasa seperti sesuatu yang harus dijelaskan?Dan lebih jauh lagi:Mengapa kita kadang menggunakan kata “cuma” di depannya? Saya cuma ibu rumah tangga.Kata cuma itu kecil.Namun ia bisa membawa beban yang besar.








