Deskripsi
Hubungan antara anak dan layar gawai menjadi relasi yang tak terhindarkan saat ini. Awalnya hal tersebut tampak sebagai solusi pintar bagi orang tua di tengah kelelahan, keterbatasan waktu, dan tuntutan hidup yang terus berjalan. Anak menjadi lebih tenang, orang tua bisa menyelesaikan pekerjaan, rumah terasa lebih terkendali. Bahkan di beberapa rumah tangga kehadiran gawai telah beralih fungsi menjadi babysitter dan membantu jutaan orang tua dalam menyelesaikan tanggung jawab lain. Hal tersebut semakin krusial ketika orang tua merupakan sosok yang sibuk, maka kehadiran gawai dianggap sebagai sesuatu yang esensial untuk menjaga kesehatan mental serta kenyamanan secara keseluruhan. Gawai menjadi teman yang paling mudah diandalkan. Semua itu sering terjadi tanpa niat buruk. Gawai hadir sebagai solusi praktis di tengah kelelahan, keterbatasan waktu, dan tuntutan hidup yang terus berjalan. Namun perlahan, kebiasaan ini membentuk pola yang jarang kita sadari. Anak mulai mengasosiasikan ketenangan, hiburan, bahkan rasa aman dengan layar. Ketika gawai tidak ada, muncul kegelisahan, rewel, atau kemarahan yang sulit dijelaskan. Bukan karena anak “bermasalah”, melainkan karena ia belum memiliki cara lain untuk mengelola dirinya.








