Deskripsi
Fenomena tradwives pada dasarnya tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari konstruksi sosial panjang yang memosisikan perempuan sebagai penjaga stabilitas domestik dalam sistem patriarki modern. Konsep tradwives, singkatan dari traditional wives, merujuk pada perempuan yang secara sadar mengadopsi peran domestik ultra- tradisional yaitu mengurus rumah tangga, membesarkan anak, dan tunduk pada otoritas suami sebagai pencari nafkah utama. Dalam lanskap digital kontemporer, konsep ini tidak lagi sekadar praktik privat, tetapi berubah menjadi identitas performatif yang diproduksi melalui estetika media sosial meliputi dapur bersih, roti handmade, pakaian vintage ala ibu rumah tangga, dan narasi kehidupan keluarga yang harmonis. Namun sebagaimana dicatat oleh laporan Global Institute for Women’s Leadership, fenomena ini bukan sekadar romantisasi domestisitas, melainkan respons simbolik terhadap tekanan struktural dunia kerja modern yang semakin eksploitatif.








