Deskripsi
Ada sebuah momen yang selalu berulang dalam setiap tragedi kekerasan yang melibatkan anak muda sebuah momen yang terjadi setelah semuanya sudah terlambat, ketika kamera sudah mengabadikan perihnya fakta efek teror. Momen itu adalah ketika orang-orang yang mengenal pelaku mulai berbicara, dan hampir selalu berkata hal yang sama “Kami tidak tahu.” Kami tidak tahu bahwa di balik senyum itu ada amarah yang sudah lama tidak menemukan tempat. Kami tidak tahu bahwa di balik keheningan itu ada percakapan-percakapan gelap yang berlangsung di platform yang kami bahkan tidak tahu cara membukanya. Kami tidak tahu bahwa anak itu merasa begitu sendirian di tengah-tengah keramaian yang selalu kami anggap cukup untuk membuatnya merasa diterima. “Kami tidak tahu” tiga kata yang bukan hanya pengakuan ketidaktahuan, tetapi juga pengakuan kegagalan yang jauh lebih dalam dan lebih lama dari peristiwa yang baru saja terjadi. Buku ini hadir untuk mencoba mengubah tiga kata itu. Bukan dengan cara yang mudah, tidak ada cara mudah untuk mengubah kebutaan kolektif yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Tetapi dengan cara yang paling mungkin dengan memberi nama pada apa yang selama ini tidak bernama, dengan menjelaskan mekanisme yang selama ini tidak dipahami, dan dengan menyebutkan secara jujur siapa yang harus berbuat apa agar siklus tragedi ini suatu hari bisa putus. Buku ini tidak ditulis untuk para akademisi saja meskipun kami berharap akademisi yang membacanya akan menemukan sesuatu yang berguna. Buku ini ditulis untuk guru yang setiap hari berhadapan dengan dua puluh hingga empat puluh wajah anak muda tanpa pernah benar- benar tahu apa yang sedang berkecamuk di baliknya. Untuk orang tua yang memberikan ponsel kepada anaknya karena tidak ingin anaknya ketinggalan zaman, namun tidak tahu ekosistem apa yang mereka berikan akses kepadanya. Untuk pembuat kebijakan yang menyusun angka-angka anggaran pencegahan tanpa pernah duduk cukup lama bersama seorang anak yang sudah terlanjur terpapar untuk memahami dari mana sesungguhnya lubang itu bermula.








